12 Terduga Penyerang Nakes di Tambrauw Ditangkap Polda Papua Barat Daya

    12 Terduga Penyerang Nakes di Tambrauw Ditangkap Polda Papua Barat Daya
    Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya

    TAMBRAUW - Sebuah langkah tegas diambil oleh Kepolisian Daerah Papua Barat Daya dengan menangkap 12 individu yang diduga kuat terlibat dalam insiden penyerangan brutal terhadap empat tenaga kesehatan di wilayah Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.

    Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, mengonfirmasi penangkapan ini pada Kamis di Sorong. Operasi gabungan antara Polda Papua Barat Daya dan Polres Tambrauw menjadi kunci keberhasilan pengamanan para terduga pelaku.

    “Sebanyak 12 orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap tenaga kesehatan telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Papua Barat Daya, ” ungkap Kompol Jenny dalam sebuah keterangan pers yang digelar di Mapolda di Aimas, Kabupaten Sorong.

    Identitas para terduga pelaku yang berhasil diungkap meliputi inisial TY (28), LY (57), SY (19), AY (44) yang diketahui menjabat sebagai Kepala Kampung Banfot. Turut diamankan MY (29), Kepala Kampung/Desa Bamusbama, serta BY, AY, TY, WY (49) yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil, PY (49), dan YJ.

    Tak hanya mengamankan para terduga, tim gabungan juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan dalam aksi penyerangan tersebut. Koleksi barang bukti ini mencakup tujuh senapan angin, tujuh parang, empat noken, tiga tombak, satu tikar atau alas tidur, 11 anak panah, satu kembang api, satu senter kepala berwarna oranye, dua benda yang dicurigai sebagai jimat, satu gembok kecil, sembilan bungkus pupuk merek Anggur, satu topi berwarna hijau, satu tas berwarna hitam, lima telepon genggam, satu pasang sepatu kets, satu busur panah, dua sisir kayu, tiga pengisi daya telepon genggam, satu pak peluru senapan angin, tiga korek api, satu kalung berwarna emas, empat kunci rumah, serta satu ruas bambu.

    Menurut Kompol Jenny, proses penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan mendalam dan pengumpulan keterangan dari berbagai saksi di lokasi kejadian. “Tim gabungan melakukan penggerebekan di wilayah Bamusbama berdasarkan hasil penyelidikan awal dan informasi masyarakat, ” jelasnya.

    Mengenai status hukum ke-12 individu tersebut, pihak kepolisian masih dalam tahap pendalaman untuk mengklarifikasi peran masing-masing. “Mengenai status mereka sebagai tersangka masih dalam proses. Penyidik masih mendalami keterlibatan masing-masing, ” ujar Kompol Jenny.

    Lebih lanjut, penyidik juga terus menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain serta motif di balik penyerangan yang sangat disayangkan ini. Dugaan keterkaitan para terduga pelaku dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.

    “Keterkaitan dengan kelompok tertentu masih didalami. Kami akan menyampaikan perkembangan berikutnya setelah proses pemeriksaan selesai, ” tegas Kompol Jenny.

    Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan dukungan penuh terhadap jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.

    Insiden penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan oleh orang tak dikenal (OTK) sebelumnya terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.37 WIT, yang sayangnya merenggut nyawa dua orang korban.

    Kini, situasi keamanan di wilayah Bamusbama dan sekitarnya dilaporkan berangsur kondusif berkat pengamanan yang diperketat oleh aparat gabungan. (PERS) 

    polda papua barat daya tambrauw penyerangan nakes penangkapan terduga keamanan papua kkb
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Skandal Korupsi Pengadaan Pakaian Dinas...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran
    Polda Metro Jaya Dalami Kasus Richard Lee, Periksa Istri Tersangka sebagai Saksi
    Tony Rosyid: Pembicaraan Deadlock, Amerika Siap-Siap Serang Iran Dengan Kekuatan Terbesarnya
    Kompor Listrik: Solusi Energi Nasional yang Mendesak Diperkuat

    Ikuti Kami